Rabu, 12 Maret 2014

Dongeng Anak Sebelum Tidur Kisah Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

Dongeng Anak Sebelum Tidur Kisah Putri Salju dan Tujuh Kurcaci - dongeng anak kali ini bercerita tentang putri salju dan tujuh kurcaci yang baik hati. Dikisahkan pada jaman dahulu kala hiduplah seorang raja yang bijaksana dengan seorang ratu yang cantik. Raja dan ratu sangat menginginkan seorang keturunan seorang putri.

Pada musim salju, sang ratu sedang merajut sebuah syal untuk suatu ketika nanti jika putrinya lahir, ia akan memberi nama "putri salju". Ia ingin nanti putrinya putih hatinya seputih salju dan merah bibirnya semerah darah.

Dan akhirnya sang ratu hamil kemudian melahirkan seorang putri yang sangat cantik, yang kemudian diberi nama putri salju. Namun malang sang ratu tidak terselamatkan dalam persalinan itu, ia pun meninggal dunia setelah melahirkan putri salju yang cantik.

Dongeng Anak Sebelum Tidur Kisah Putri Salju dan Tujuh Kurcaci


Tahun berganti tahun, putri salju tumbuh menjadi gadis yang semakin cantik. Dan sang raja memutuskan menikah lagi dengan seorang ratu yang menjadi ibu tiri dari putri salju. Namun sayang setelah beberapa tahun sang ibu tiri menjadi sangat kejam dan berubah tidak lagi menyayangi putri salju. Setiap hari putri salju selalu mendapatkan perlakuan yang semena-mena. Namun sang raja tidak mengetahuinya.

Si ibu tiri memiliki sebuah cermin ajaib yang bisa menjawab pertanyaan ratu dengan jujur. Sang ratu jahat ini selalu bertanya kepada cermin "cermin di dinding, siapakah yang paling cantik di kerajaan ini?". Kemudian cermin menjawab "yang cantik adalah ratu, tapi yang tercantik adalah putri salju", sang ratu jahat terkejut sekali, biasanya jawaban si cermin selalu mengatakan bahwa ratu-lah yang paling cantik.

Ratu menjadi sangat marah mendengar jawaban dari cermin yang selalu berkata jujur. Kemudian ia memerintahkan seorang pemburu untuk mengusir dan membunuh si putri salju ke hutan. Namun dalam perjalanan si pemburu tidak tega untuk membunuh si putri salju dan menyuruh putri salju pergi. Si pemburu membunuh seekor babi hutan untuk dibawa kepada ratu jahat sebagai bukti ia telah membunuh putri salju.

Putri salju berjalan tanpa tujuan, akhirnya ia pingsan. Lalu datang 7 kurcaci yang menemukan putri salju tergeletak di hutan, kemudian mereka mengangkat putri salju dan merebahkannya di sebuah kasur. Lalu mereka membawanya ke dalam rumah yang berukuran sangat kecil.

Kabar putri salju ditemukan tersiar sampai kuping sang ratu jahat. Lalu ia menyamar menjadi seorang wanita tua yang berpura-pura menjual sisir dan apel kepada putri salju.

Putri salju sangat ramah, sehingga para 7 kurcaci senang padanya, namun putri salju diamanatkan untuk tidak menerima tamu siapa saja. Walhasil karena keramahannya putri salju tidak bisa menolak ratu jahat yang datang yang menyamar menjadi penjual sisir dan apel.

Setibanya di rumah 7 kurcaci, si ratu jahat merayu putri salju untuk membeli sisir dan apel, apel yang ternyata racun berhasil menipu putri salju hingga ia tewas.

(Dongeng Anak Sebelum Tidur Kisah Putri Salju dan Tujuh Kurcaci hanya di http://dongenganakindonesia1.blogspot.com)

Ratu jahat pun senang dan kembali ke istana dan bertanya kepada cermin, "cermin di dinding, siapakah yang paling tercantik di kerajaan ini?", si cermin menjawab "kaulah ratu, kaulah yang paling tercantik di kerajaan ini". Mendengar ia paling cantik, sang ratu sangat senang.

Putri salju yang telah memakan apel beracun, terlihat seperti sudah meninggal, tapi ia tetap terlihat cantik. Sehingga para kurcaci merasa sedih ditinggalkan putri salju.

Hingga akhirnya putri salju ditempatkan di dalam peti kaca, dan akhirnya seorang pangeran tampan membawanya ke istana untuk dinikahi, walau ia tampak sudah meninggal.

Para kurcaci turut serta dengan pangeran itu hanya bisa berjalan menunduk, mereka sudah pasrah dengan keinginan pangeran yang ingin menikahi putri salju walau putri salju tampaknya sudah meninggal.

Di perjalanan kereta yang mengangkut peti kaca putri salju terantuk batu, sehingga apel yang dimakan oleh putri salju keluar dari mulutnya, dan saat itu juga putri salju hidup kembali dan keluar dari peti kaca dan menanyakan dimana ia sekarang.

Para 7 kurcaci sangat senang, mereka sangat bahagia melihat putri salju hidup kembali dan mengantarkan putri salju ke pelaminan untuk menikah dengan pangeran tampan yang baik hati. Sedangkan ratu jahat diusir oleh raja dan dihukum karena telah terbukti melakukan perbuatan jahat kepada putri salju yang tak lain dan tak bukan adalah putri kesayangan sang raja.

Hikmah dongeng anak sebelum tidur kisah putri salju dan tujuh kurcaci ini adalah janganlah kita berbuat jahat kepada sesama dan cintailah makhluk Tuhan yang lain dengan cinta yang tulus.

Selasa, 11 Maret 2014

Cerita Dongeng Anak Si Kancil dan Musang Yang Licik

Cerita dongeng anak kali ini bercerita tentang si kancil dan musang yang licik. Suatu hari si kancil sedang berjalan-jalan di pinggir sungai tempat para buaya. Tidak seperti biasanya ia menyusuri sungai yang ada di pinggir hutan tersebut. Karena baru kemarin si kancil dan buaya bertemu. Tiba tiba ia dikejutkan oleh pemunculan seekor musang yang tiba-tiba datang di hadapan si kancil.

Si kancil yang sedang berjalan kaget bukan kepalang, "Hai cil mau kemana kamu?" tanya si musang secara tiba-tiba turun dari ranting pohon tepat di depan kancil.

Si kancil yang sedang berjalan sambil melamun sangat kaget dengan pemunculan musang. "Duh musang, kaget aku, bisa ga' sih datang ga' bikin aku kaget?" Si kancil menjawab dengan kesal karena saking kagetnya.

Cerita Dongeng Anak Si Kancil dan Musang Yang Licik


"Hehehe...maaf cil, soalnya buru-buru ingin mengabarkan dari majikanku si harimau, bahwa kamu sedang di incar oleh para pemburu" si musang berkata kepada kancil, "Lho, bukannya kamu yang sering di cari-cari para petani, khan kamu yang sering mencuri ternak ayam di kampung dekat hutan ini" kata si kancil.

"Huh sial, ternyata si kancil sudah mengetahuinya, padahal aku ingin menjebak dia agar masuk kedalam perangkap para peternak ayam itu" si musang berfikir sejenak untuk menjebak si kancil.

"Eh..uh..ah masak sih cil, kok aku ga tau yah" si musang kikuk menjawab pertanyaan si kancil.

"Begini cil, sebetulnya aku juga takut ditangkap para peternak ayam, tapi aku ingin menyampaikan pesan kepada kamu bahwa kamu dicari oleh si harimau dibawah pohon durian itu" si musang ingin menjebak kancil masuk dalam perangkap di bawah pohon durian.

(Dongeng anak dan cerita anak hanya di http://dongenganakindonesia1.blogspot.com)

"Baiklah, aku kesana" kata si kancil, kemudian si kancil menuju pohon durian yang ditunjuk oleh si musang. "Mana si harimau?, kok ga ada yah?" Si kancil melongok-longok di bawah pohon durian. Spontan kancil melihat ada seutas tali yang ditutupi dahan tepat dibawah kakinya.

"Oooh..ini pasti kerjaan si musang ingin menjebak aku nih, awas kamu musang". Perlahan lahan si kancil memindahkan jebakan tali itu sedikit bergeser ke kanan. Lalu ia kembali menemui si musang.

"Hai musang, aku sudah bertemu dengan harimau dan katanya ia juga ingin ketemu dengan kamu, ada yang ingin ia sampaikan kepadamu, penting banget" kata si kancil kepada musang.

"Ah kok kamu ngga' kenna...eh maksudku...si harimau mau ketemu aku? dimana cil?" Si musang menjawab terheran-heran. "Itu dibawah pohon durian tadi, katanya kamu mau dikasih beberapa ekor ayam hasil tangkapan harimau pagi ini" kata si kancil kepada si musang.

"Baiklah aku segera kesana" si musang senang sekali mendapatkan ternak ayam hasil tangkapan si harimau. Ia pun bergegas menuju pohon durian, sesampainya disana ia teringat lokasi jebakan yang dipasang para peternak ayam.

"Sepertinya jebakan kemarin ada disebelah sini, tapi kok kemana ya?" Si musang mencari-cari dimana jebakan itu berada. Baru satu langkah ia ke kanan, tiba-tiba "siuuuttt......brak" si musang kini tergantung kakinya sebelah di atas tanah. Spontan si musang berteriak meminta tolong" Toloong...toloooong", si kancil yang mendengar teriakan musang bergegas menuju pohon durian itu, namun terlambat, peternak ayam sudah membawa musang ke perkampungan. Si kancil hanya bisa melihat musang yang malang dari kejauhan.

Hikmah dari cerita dongeng anak si kancil dan musang yang licik kali ini adalah janganlah kita menipu orang lain dengan kelicikan kita agar bisa mencelakai dan menyakiti orang lain, bisa saja kelicikan itu akan sebaliknya menimpa diri kita dan sayangilah sesama makhluk Tuhan agar kita bisa hidup damai dan sejahtera.

Kamis, 06 Maret 2014

Cerita Ipan dan Apin

Ipan dan apin adalah kakak beradik. Mereka hidup sangat rukun dan ceria. Setiap hari ada saja pengalaman mereka yang menyenangkan. Mereka tinggal bersama kakek dan nenek mereka. Ipan sangat sayang kepada adiknya, Apin begitu juga sebaliknya. Mereka tidak pernah saling bertengkar dan selalu riang gembira.

Suatu hari sang kakek memanggil kedua cucunya yang tercintanya itu."Ipan...Apin....mari sini, kakek punya cerita yang bagus buat kalian" teriak sang kakek yang ada di teras depan rumah. "Ya kek,.." Jawab Ipan dan Apin kompak. Mereka langsung bergegas menuju teras depan rumah.



"Ada apa kek?" Kata Apin senang. "Kakek punya cerita bagus sekali, apa kalian ingin mendengarnya?" Kata si kakek."Mau..mau kek" si Apin menjawab ."Baiklah...kakek akan bercerita tentang si kancil, apa kalian sudah tahu siapa si kancil?" Tanya kakek. "Oh si kancil itu khan anak nakal kek" kata si Apin.

"Ya, betul sekali, si kancil anak nakal, tetapi walau nakal dia sangat cerdik dan selalu membantu teman-temannya yang sedang kesusahan. Pasti kalian masih ingat cerita-cerita si kancil yang lain ya khan?, seperti si kancil mencuri timun, si kancil dan buaya atau si kancil dan pak tani"

"Masih kek.." Ipan dan Apin menjawab dengan kompak. "Waduh ..terus kakek mau cerita yang mana ya?" Si kakek kebingungan karena ternyata Ipan dan Apin sudah tahu cerita si kancil dari orang tua mereka yang sering menceritakan dongeng anak kepada mereka sebelum mereka tidur setiap malamnya.

(Dongeng anak dan cerita anak hanya di http://dongenganakindonesia1.blogspot.com)

"Wah cucu kakek cerdas dan pintar ya" kata si kakek memuji. "Sekarang kakek tanya, siapa yang tahu makna dari cerita kancil mencuri timun pak tani?".

Si Apin menjawab, "kita tidak boleh semena-mena kepada orang lain kek", lalu si Ipan menimpali "kita tidak boleh mencuri barang orang lain, kek". Si kakek senang mendengar cucunya pintar menjawab pertanyaannya. "Hebat, kalian memang hebat...tidak percuma orang tua kalian mendidik kalian, semoga kalian menjadi orang pintar dan membantu orang lain yang sedang dalam kesusahan"